Sejarah Kejuaraan Peraturan Lapangan Jumlah Pemain Perlengkapan Pemain Permainan Futsal

Posted: Maret 14, 2012 in Permainan Cabang Olahraga
Tag:, , , ,
Sejarah Futsal
Kata Futsal berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung artinya menjadi “Sepak Bola dalam Ruangan”.
Menurut FIFA, asal mula Futsal ini mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama Futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepak bola asal Argentina. Hujan yang sering mengguyur Montevideo membuatnya kesal, karena rencana yang Ia susun jadi berantakan karena lapangan yang tergenang air. Lalu Ceriani memindahkan latihan ke dalam ruangan. Pertama Ia tetap menggunakan jumlah pemain 11 orang, namun karena lapangan yang sempit, Ia memutuskan untuk mengurangi jumlah pemain menjadi 5 orang tiap tim, termasuk penjaga gawang.
Ternyata latihan didalam ruangan itu sangatlah efektif dan atraktif. Sehingga mampu menarik minat banyak masyarakat Montevideo. Lalu banyak penggemar bola di kota itu yang mencoba permainan baru ini, dan jadilah Futsal olahraga yang digandrungi masyarakat luas.
Sejarah Futsal versi FIFA ini tidak bisa diterima begitu saja, ada beberapa negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka masing-masing.
Kanada dan Brazil termasuk negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka. Mereka menentang keras sejarah Futsal versi FIFA ini. Brazil mengklaim bahwa saat yang bersamaan dengan munculnya cerita Ceriani, pemain bola di Brazil sudah melakukan hal yang sama, namun di Brazil tidak menggunakan aturan baku, artinya aturan tiap daerah berbeda-beda.
Futsal berkembang sangat pesat di Brazil, lalu pada tahun 1936 dibuatlah kesepakatan dan penetapan aturan main futsal. Pada masa itu, peraturan futsal juga tidak banyak bedanya dengan peraturan futsal saat ini. Dengan adanya peraturan ini, futsal semakin berkembang dan digemari di Amerika Latin, bahkan ke seluruh dunia.
Di Italia, futsal mulai dikenal pada tahun 1950an. Futsal di Italia diperkenalkan oleh pemain-pemain sepak bola impor dari Amerika latin yang bermain di Seri A (Liga Italia). Di saat senggang, pemain-pemain itu bermain futsal. Dan futsal semakin dekenal dan digemari di Italia.
Beda halnya dengan di Inggris. Di Inggris pemain-pemain sepak bola sering melakukan latih tanding enam lawan enam di lapangan rumput. Futsal juga terkenal di Inggris, hingga suatu saat diselenggarakan turnamen futsal yang disponsori oleh London Express, salah satu harian terkemuka di London.
Sedangkan di Spanyol, perkembangan futsal jauh lebih cepat. Hal ini bisa terjadi karena budaya dan gaya bermain bola di Spanyol sangat mirip dengan budaya Amerika Latin.
Pada 1965 kompetisi internasional Futsal digelar untuk pertama kalinya, dengan Paraguay menjadi juara pertama. Lalu pada tahun-tahun berikutnya hingga tahun 1979 Brazil merajai kompetisi ini. Brazil juga memenangi piala Pan Amerika untuk kali pertama di tahun 1980 dan 1984.
Di tahun 1974 diadakan pertemuan perwakilan futsal dari berbagai negara. Pertemuan di Sao Paulo itu menggagas dibentuknya FIFUSA (The Federacao Internationale de Futebol de Salao / Federasi Futsal AS)sebagai organisasi resmi yang mewadahi futsal. FIFUSA saat itu menunjuk Joao Havelange sebagai ketua umum. Setelah eksisnya FIFUSA ini futsal semakin cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Kejuaraan dunia futsal pertama diselenggarakan oleh FIFUSA pada 1982 di Sao Paulo Brazil. Pada even edisi perdana ini Brazil keluar sebagai juara.
Tiga tahun berikutnya, even yang sama digelar di Spanyol. Ini adalah kali pertama even tiga tahunan ini dihelat di benua Eropa, dan lagi-lagi Brazil keluar sebagai juara. Dan pada 1988 Brazil berhasil dikalahkan oleh Paraguay di Australia.
Setelah beberapa tahun eksis, Futsal semakin terorganisir, dan FIFA pun tertarik. Karena bagaimanapun juga futsal turut memajukan industri sepakbola internasional. Pada 1989 FIFA secara resmi memasukkan futsal sebagai salah satu bagian dari sepakbola, dan FIFA juga mengambil alih penyelenggaraan kejuaraan dunia futsal.
Piala dunia futsal edisi FIFA yang pertama digelar di Belanda pada 1989 dan yang kedua digelar di Hong Kong di tahun 1992, dengan Brazil sebagai juara di kedua edisi ini.
Dengan adanya beberapa pertimbangan, akhirnya FIFA mengubah jadwal piala dunia Futsal ini menjadi empat tahun sekali.
Futsal dan Sepak Bola
Saat ini Futsal menjelma menjadi salah satu olah raga yang paling digemari masyarakat Indonesia. Jika kita coba lihat fakta di Google Trends, Indonesia ada di peringkat ke 3 dalam pencarian topik tentang futsal. Dimana urutan pertama dan kedua diduduki oleh Portugal dan Brazil, yang kedua negara ini memang terkenal kuat tradisi sepak bolanya.
Baik dengan kita sadari atau tidak, dari fakta itu kita bisa simpulkan, bahwa animo masyarakat tentang futsal ini sungguh luar biasa. Hanya prestasi futsal Indonesia yang masih kalah jauh dari kedua negara tersebut.
Keberadaan Futsal saat ini tidak bisa dipisahkan begitu saja, karena memang Futsal sendiri memang pengembangan dari Sepak Bola. Futsal ditemukan secara tidak sengaja, oleh seorang pelatih sepak bola yang kesal karena latihan menjadi tidak efektif karena guyuran hujan yang terus menerus. Lalu pelatih memindahkan latihan di tempat indoor / tertutup, jadi aman akan guyuran hujan. Lama-kelamaan, sepak bola indoor ini berkembang menjadi Futsal
Peraturan
1.      Lapangan Permainan
Ukuran                        : panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
Garis batas                : garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
Daerah penalty            : busur berukuran 6 m dari setiap pos
Garis penalty              : 6 m dari titik tengah garis gawang
Garis penalti kedua      : 12 m dari titik tengah garis gawang
Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasive
2.      Bola
Ukuran: 4 cm
Keliling: 62-64 cm
Berat: 390-430 gram
Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)
3.      Jumlah pemain (per tim)
Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
Jumlah wasit: 1
Jumlah hakim garis: 2
Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
4.      Perlengkapan Pemain
Kaos bernomor
Celana pendek
Kaos kaki
Pelindung lutut
Alas kaki bersolkan karet
5.      Lama Permainan
Lama normal: 2×20 menit
Lama istiharat: 10 menit
Lama perpanjangan waktu: 2×10 menit
Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
Kujuaraan Futsal di ASEAN
Tiga pekan ke depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah babak kualifikasi zone ASEAN Kejuaraan Futsal Asia 2010, tepatnya pada 20 hingga 25 Februari mendatang di Tenis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan. Tujuh tim dari 11 negara Asia Tenggara akan beradu ketangguhan untuk memperebutkan tiga jatah dari regional ini yang berhak tampil di putaran-final Kejuaraan Futsal Asia 2010, 23-30 Mei di Tashkent, Uzbekistan.
Tim tuan rumah, Indonesia, di babak kualifikasi ini akan bergabung di penyisihan grup A bersama tim negeri Kanguru Australia dan Myanmar, sementara Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Filipina bergabung di penyisihan grup B
Dua tim terbaik setiap grup kemudian dipertemukan secara silang di babak semifinal. Pemenang babak semifinal lalu berlaga untuk menentukan peringkat teratas, sementara dua semifinalis yang kalah berlaga untuk memperebutkan urutan ketiga yang sekaligus satu jatah tersisa ke putaran-final.
Sudah 12 tim yang lolos ke putaran-final Kejuaraan Futsal Asia 2010 ini. Ke-12 tim tersebut adalah, Kyrgistan, Tajikistan dan Turkmenistan yang menjadi wakil dari zone Asia Tengah & Selatan, Lebanon, Irak dan Kuwat wakil dari zone Asia Barat, Cina, Jepang dan Taipei yang representasi zone Asia Timur, serta tentu saja juara bertahan Iran, runner-up Kejuaraan Futsal Asia 2008 Thailand dan tuan rumah Uzbekistan.
Iran adalah raksasa futsal Asia, dengan mendominasi sembilan gelar dari 10 kejuaraan terakhir. Dominasi Iran hanya dicederai oleh tim Jepang, yang mengalahkan mereka di babak semifinal Kejuaraan Asia 2006. Jepang kemudian merebut gelar kejuaraan 2006 itu dengan mengalahkan Uzbekistan, saat putaran-final juga digelar di Tashkent.
Dukungan dari masyarakat pecinta futsal tanah air, khususnya Jabodetabek, tentunya tak bisa dipungkiri akan mewarnai perjuangan timnas futsal Indonesia untuk meloloskan diri dari babak kualifikasi zone ASEAN dan berkiprah di putaran-final Kejuaraan Asia 2010 ini.
DEKRANASDA GELAR KEJUARAAN FUTSAL ANTAR SD                                 
Kupang, 11 Mei 2009
Kupang, SPIRIT – Dalam rangka memperingati HUT ke-13 Kota Kupang, Dekranasda Kota Kupang bekerjasama dengan TP. PKK Kota Kupang menggelar Kejuaraan Futsal antar Sekolah Dasar (SD) se-Kota Kupang. Acara pembukaan kejuaraan ini berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Walikota Kupang, Senin (20/4/2009).
Kejuaraan futsal ini dibuka secara resmi oleh Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, ditandai dengan tendangan bola pertama. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ny. Welmintje Adoe – Benjamin; Wakil Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ny. Victoria Hurek; Plt. Sekot Kupang, Drs. Agustinus Harapan; Asisten II, Dra. Ester Muhu; Asisten III, Drs. Maxwell Halundaka, serta pimpinan SKPD lingkup Pemkot Kupang.Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, menyampaikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini. “ Kepada Dekranasda Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih, karena telah peduli terhadap pengembangan olahraga, khusunya futsal di kalangan anak-anak,” ujar Walikota.Menurut Walikota, untuk menjadi seorang pemimpin bangsa haruslah sehat, dan untuk sehat ia harus berolahraga, dan hal itu harus dimulai sejak kecil. Walikota juga minta kepada dinas teknis agar olahraga futsal perlu digalakkan di sekolah-sekolah. Karena selain dapat menunjang peningkatan prestasi, olahraga juga sangat penting untuk kesehatan.
Walikota berharap agar para peserta dapat mengikuti kejuaraan ini dengan baik, dan bertanding secara sportif. Kepada para wasit yang memimpin pertandingan, walikota minta agar jujur dalam memimpin pertandingan dan jangan memihak kepada salah satu tim, sehingga kejuaraan ini bisa menghasilkan juara yang berkualitas. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini, kepada juara pertama, Walikota akan memberikan bonus sebesar Rp. 8 juta.Ketua Dekranasda Kota Kupang Ny. Welmintje Adoe-Benjamin dalam sambutannya mengatakan, Dekranasda sebagai sebuah organisasi yang mewadahi seluruh kelompok perajin dan peminat seni merasa peduli dan perlu membantu pemerintah dalam rangka mengembangkan olahraga, khususnya futsal bagi anak-anak SD.
Menurut  Welmintje, pada kejuaraan ini Dekranasda sengaja memfokuskan kegiatan ini kepada anak usia sekolah dasar, karena pembinaan awal terhadap anak sangat penting, “Apabila pembinaan awalnya keliru, maka bisa  berdampak negatif di kemudian hari, seperti penggunaan obat-obat terlarang dan sebagainya,” tegasnya.Ketua Panitia Pelaksana, Mat Atasoge, dalam laporannya mengatakan, Kejuaraan Futsal antar SD ini dilakukan dalam rangka untuk memeriahkan HUT ke-13 Kota Kupang, 25 April 2009.Menurut Mat, kegiatan ini dilakukan selain bertujuan memasyarakatkan olahraga futsal di kalangan masyarakat khususnya sekolah, juga sebagai wadah penyaluran hobi dan bakat serta menumbuhkan semangat olahraga.Mat menambahkan bahwa kejuaraan futsal ini diikuti oleh 16 sekolah dasar yang merupakan perwakilan dari empat kecamatan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jumlah pemain, jelas Mat, setiap klub terdiri dari tujuh pemain. Sebagai pertandingan pembuka sore itu saling berhadapan dalam partai eksebisi antara SDK St. Yoseph 3 melawan SD Inpres Oesapa, dan dimenangkan oleh SDK St. Yoseph 3 dengan skor 4-1.(nn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s